DENThalib Journal https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib <p>DENThalib Journal merupakan publikasi karya ilmiah (lihat:&nbsp;<a href="https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/FocusAndScope">Focus and Scope | DENThalib Journal (umi.ac.id)</a>&nbsp;)</p> <p>Jurnal ini didirikan pada tahun 2023 oleh Lembaga Pengkajian dan Pusat Pengelolaan Jurnal Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. DENThalib Journal terbit pada bulan Januari dan Juli dengan E-ISSN 3021-808X.</p> Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia en-US DENThalib Journal 3021-808X Pengaruh Berkumur Menggunakan Larutan Madu Lebah Barat (Apis Mellifera) Konsentrasi 50% Terhadap Kebersihan Mulut (Studi pada Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Luwuk) https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/104 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Pada remaja masa pubertas, gingivitis sering terjadi akibat akumulasi plak dan kalkulus karena kebersihan mulut yang kurang baik, sehingga pengendalian plak dapat dilakukan salah satunya dengan berkumur menggunakan obat kumur. Madu lebah barat memiliki sifat antibakteri dan berpotensi digunakan sebagai alternatif obat kumur berbahan alami untuk menjaga kebersihan mulut. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui pengaruh berkumur menggunakan larutan madu lebah barat terhadap kebersihan mulut. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan <em>pre-experimental</em> dengan desain <em>one group pre–post test</em>. Sampel adalah 56 Siswa SMK yang diambil menggunakan teknik <em>stratified random sampling non-proporsional</em>. Analisis data menggunakan uji t berpasangan (<em>paired t-test</em>). &nbsp;<strong>Hasil:</strong> Nilai OHI-S rata-rata sebelum berkumur 2,33±0,47 sedangkan, nilai rata-rata sesudah berkumur 0,77±0,23. Hasil Uji t didapatkan <em>p-value </em>sebesar 0,00 yang lebih kecil daripada 0,05 (<em>p-value </em>&lt; 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat pengaruh signifikan skor OHI-S terhadap kebersihan mulut sebelum dan sesudah berkumur larutan madu lebah barat konsentrasi 50%.</p> Nur Rahmah Hasanuddin Husnah Husein Muhammad Jayadi Abdi Ira Asnita Sembiring Aulia Suciawati Muzamil ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-03 2026-02-03 4 1 1 6 Pengaruh Berkumur Menggunakan Larutan Madu Lebah Barat (Apis Mellifera) Konsentrasi 50% Terhadap Kebersihan Mulut (Studi pada Siswa Kelas VI SDN 65 Bua) https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/106 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kebersihan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar masih menjadi permasalahan kesehatan yang cukup tinggi dan berhubungan erat dengan penumpukan plak dan kalkulus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kebersihan mulut dengan berkumur menggunakan bahan alami yang aman, seperti madu lebah barat (<em>Apis mellifera</em>), yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui pengaruh berkumur menggunakan larutan madu lebah barat (<em>Apis mellifera</em>) konsentrasi 50% terhadap kebersihan mulut. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian <em>pre-experimental</em> dengan desain <em>one group pretest-posttest.</em> Sampel adalah 54 Siswa SD yang diambil menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data menggunakan uji t berpasangan (<em>paired t-test</em>) <strong>Hasil: </strong>Nilai OHI-S rata-rata sebelum berkumur yaitu 1,64±0,597 dan setelah berkumur menurun menjadi 0,94±0,324. Uji t berpasangan menunjukkan p-value sebesar 0,00 dan df sebanyak 53. <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat penurunan kebersihan mulut yang signifikan setelah berkumur larutan madu lebah barat (<em>Apis mellifera</em>) konsentrasi 50%.</p> Nur Rahmah Hasanuddin Ira Asnita Sembiring Yusrini Selviani Muhammad Jayadi Abdi Tri Nadia Maharani Rahman ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-03 2026-02-03 4 1 7 12 Pengaruh Berkumur Larutan Madu Lebah Barat (Apis Mellifera) Konsentrasi 50% Terhadap Indeks Gingiva pada Usia Pubertas https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/107 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Salah satu masalah yang sering dijumpai akibat kurangnya kebersihan dan perawatan gigi serta mulut adalah peradangan pada jaringan gingiva yang dapat berkembang menjadi kondisi periodontal yang lebih serius apabila tidak ditangani. Upaya pengendalian gingivitis dapat dilakukan dengan penggunaan bahan alami, seperti madu lebah barat (<em>Apis mellifera</em>), yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui pengaruh berkumur menggunakan larutan madu lebah barat (<em>Apis mellifera</em>) konsentrasi 50% terhadap indeks gingiva pada usia pubertas.<strong> Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan <em>one group pretest–posttest design</em>. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang diambil menggunakan teknik <em>stratified random sampling</em> <em>non-proporsional</em>. Pemeriksaan indeks gingiva dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan berkumur larutan madu lebah barat konsentrasi 50% sesuai dengan prosedur penelitian. Data dianalisis menggunakan uji <em>Paired Sample T-test</em>.<strong> Hasil: </strong>Nilai indeks gingiva sebelum berkumur adalah 2,41<strong>±0,404 </strong>dan setelah berkumur adalah 0,32<strong>±0,214</strong>. Uji <em>Paired Sample T-test</em> menunjukkan p-value sebesar 0,00. <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat penurunan indeks gingiva yang signifikan setelah berkumur larutan madu lebah barat <em>(Apis Mellifera) </em>konsentrasi 50%.</p> Nur Rahmah Hasanuddin Ira Asnita Sembiring Achmad Baiquni Natsir Erna Irawati M. Yusril Ramadhan ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-03 2026-02-03 4 1 13 17 Perawatan Saluran Akar pada Gigi Molar dengan Nekrosis Pulpa Disertai Lesi Periapikal: Sebuah Laporan Kasus https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/109 <p>Pendahuluan: Nekrosis pulpa dapat berkembang menjadi lesi periapikal. Perawatan saluran akar bertujuan untuk mengeliminasi mikroorganisme dari sistem saluran akar serta mencegah infeksi berulang guna mempertahankan fungsi gigi. Laporan kasus: kasus ini mendeskripsikan perawatan endodontik non-bedah pada gigi 46 dengan diagnosis nekrosis pulpa disertai lesi periapikal pada pasien laki-laki usia 24 tahun. Pemeriksaan radiografis menunjukkan radiolusensi pada daerah periapikal. Perawatan dilakukan melalui pembuatan akses kavitas, penentuan panjang kerja, preparasi saluran akar dengan teknik crown down, irigasi menggunakan natrium hipoklorit (NaOCl) 2,5%, aplikasi medikamen kalsium hidroksida intrakanal, dan obturasi menggunakan gutta-percha serta sealer dengan teknik single cone. Kesimpulan: Evaluasi klinis menunjukkan kondisi asimtomatik pasca-perawatan dengan prognosis baik. Perawatan endodontik yang dilakukan sesuai prinsip asepsis, disinfeksi adekuat, dan obturasi hermetis dapat memberikan hasil klinis yang memuaskan pada kasus nekrosis pulpa dengan lesi periapikal.</p> Ika Shabrina Syamsiah Syam Nur Asmah ##submission.copyrightStatement## https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-02-03 2026-02-03 4 1 18 23