https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/issue/feedDENThalib Journal2026-08-26T09:50:33+00:00Admin DENThalib Journaldenthalib@umi.ac.idOpen Journal Systems<p>DENThalib Journal merupakan publikasi karya ilmiah (lihat: <a href="https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/FocusAndScope">Focus and Scope | DENThalib Journal (umi.ac.id)</a> )</p> <p>Jurnal ini didirikan pada tahun 2023 oleh Lembaga Pengkajian dan Pusat Pengelolaan Jurnal Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. DENThalib Journal terbit pada bulan Januari dan Juli dengan E-ISSN 3021-808X.</p>https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/134Pengaruh Berkumur Larutan Madu Lebah Barat (Apis mellifera) Konsentrasi 50% Terhadap Perdarahan Gingiva pada Pengguna Ortodontik Cekat (Studi pada Mahasiswa FKG UMI)2026-07-31T08:38:01+00:00Nur Rahmah Hasanuddinnurrahmah.hasanuddin@umi.ac.idYusrini Selvianiyusrini.selviani@umi.ac.idAchmad Baiquni Natsirachmadbaiquni.natsir@umi.ac.idIra Asnita Sembiringiraasnita.sembiring@umi.ac.idGiza Wulandarigizawu2@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Penggunaan alat ortodontik cekat meningkatkan risiko akumulasi plak akibat kesulitan menjaga kebersihan gigi dan mulut yang dapat memicu inflamasi gingiva. Madu lebah barat (<em>Apis mellifera</em>) mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui pengaruh berkumur larutan madu lebah barat (<em>Apis mellifera</em>) konsentrasi 50% terhadap perdarahan gingiva pada pengguna ortodontik cekat. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan <em>pre-eksperimental</em> dengan desain <em>one group pretest posttest</em>. Subjek penelitian terdiri dari 35 mahasiswa pengguna ortodontik cekat. Pemeriksaan BoP dilakukan sebelum dan sesudah berkumur larutan madu (<em>Apis mellifera</em>) konsentrasi 50% sebanyak 15 mL selama 30 detik. Analisis data dilakukan dengan uji <em>Wilcoxon</em>. <strong>Hasil:</strong> Nilai rata-rata BoP sebelum intervensi adalah 14,99 dan menurun menjadi 13,43 setelah intervensi. Hasil uji <em>Wilcoxon</em> menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,159 (p>0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Berkumur larutan madu lebah barat (<em>Apis mellifera</em>) konsentrasi 50% menunjukkan kecenderungan menurunkan perdarahan gingiva secara deskriptif, tetapi belum terbukti signifikan secara statistik.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/136Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Terjadinya Xerostomia pada Usia Lanjut2026-08-12T09:43:43+00:00Aditya Hari Asmaraadityahari.asmara@umi.ac.idAndy Fairuz Zuraida Evaandyfairuz.zuraidaeva@umi.ac.idFatimah Fauzi Basalamahfatimahfauzi.basalamah@umi.ac.idAndi Nurul Azizah Tenrililiandinurul.azizahtenrilili@umi.ac.idAndi Ahmad Fadhilandiahmadfadhil@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Perubahan fisiologis dan psikologis pada usia lanjut dapat memengaruhi fungsi kelenjar saliva. Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan menurunkan sekresi saliva sehingga berisiko menyebabkan <em>xerostomia</em>. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan terjadinya <em>xerostomia</em> pada usia lanjut. <strong>Metode:</strong> Penelitian survei analitik dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 98 responden usia lanjut di Puskesmas Samata Gowa menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan <em>Hamilton Anxiety Rating Scale</em> (HARS) dan <em>xerostomia</em> diukur menggunakan <em>Xerostomia Inventory</em> (XI). Analisis menggunakan uji Spearman. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (32,65%) dan <em>xerostomia</em> sedang (51%). Uji Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara kecemasan dan <em>xerostomia </em>(p < 0,001; r = 0,869). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan <em>xerostomia</em> pada usia lanjut. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin berat <em>xerostomia</em> yang dialami.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/137Uji Daya Hambat Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L) terhadap Bakteri Prevotella Intermedia2026-08-12T11:00:34+00:00Ira Asnita Sembiringiraasnita.sembiring@umi.ac.idNur Rahmah Hasanuddinnurrahmah.hasanuddin@umi.ac.idM. Rakhmat Ersyad Muchlismrakhmat.ersyadmuchlis@umi.ac.idAditya Hari Asmaraadityahari.asmara@umi.ac.idAndi Nanda Amaliaandinandamalia@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Penyakit periodontal disebabkan oleh akumulasi plak yang mengandung bakteri seperti <em>prevotella intermedia</em>. Upaya pengendalian bakteri periodontal terus dikembangkan, termasuk penggunaan bahan alami seperti kombucha bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em> L.) yang diketahui mengandung senyawa bioaktif berpotensi sebagai antibakteri. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui daya hambat kombucha bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em> L.) terhadap pertumbuhan bakteri <em>Prevotella intermedia</em>. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan <em>quasi eksperimen</em> dengan desain <em>post-test only control group</em>. Sampel terdiri dari 5 kelompok, yaitu kombucha bunga telang dengan konsentrasi gula pasir 20%, 30%, 40%, kontrol positif berupa <em>chlorhexidine</em> 0,2% dan aquades sebagai kontrol negatif, uji daya hambat dilakukan menggunakan metode difusi cakram (<em>disc diffusion</em>). Analisis data dilakukan secara deskriptif. <strong>Hasil:</strong> Zona hambat kombucha bunga telang pada seluruh konsentrasi uji 20%, 30%, dan 40%, serta kontrol negatif tidak terbentuk, sedangkan kontrol positif memiliki nilai rata-rata zona hambat sebesar 16,79 yang menunjukkan adanya efek antibakteri. <strong>Kesimpulan:</strong> Kombucha bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em> L.) dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40% tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan <em>Prevotella Intermedia.</em></p>2026-07-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/139Systematic Literature Review: Interaksi Material Gigi Tiruan dan Agen Dekontaminasi Alami Terhadap Mikroorganisme Rongga Mulut Pengguna Gigi Tiruan2026-08-26T09:50:33+00:00Ibnu Rusyd Bachtiaribnurusyd.bachtiar@umi.ac.idRiska Salsabilariskasalsabila2204@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Keberhasilan rehabilitasi prostetik dengan gigi tiruan tidak hanya bergantung pada fungsi dan estetik, tetapi juga pada kebersihan basis gigi tiruan untuk mencegah kolonisasi mikroorganisme patogen. Kontak terus-menerus dengan saliva, sisa makanan, dan mukosa membuat basis gigi tiruan berpotensi menjadi tempat perlekatan berbagai mikroorganisme. <strong>Tujuan</strong>: Meninjau efektivitas agen dekontaminasi alami dan pengaruh jenis material basis gigi tiruan terhadap kolonisasi mikroorganisme. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian literatur melalui database PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci ekstrak bahan alami, thermoplastic nylon, dan <em>Staphylococcus aureus</em>. <strong>Hasil</strong>: Ekstrak lidah buaya konsentrasi 60–75% dan ekstrak daun kemangi 50% terbukti efektif menurunkan jumlah koloni mikroba. Material nilon termoplastik menunjukkan akumulasi biofilm lebih rendah dibandingkan resin akrilik heat-cured. Namun, resin cetak 3D dengan tingkat kekasaran permukaan tinggi meningkatkan adhesi bakteri. <strong>Kesimpulan</strong>: Agen pembersih alami efektif sebagai alternatif dekontaminasi gigi tiruan, sedangkan nilon termoplastik lebih unggul dalam menghambat kolonisasi mikroorganisme.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##