https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/issue/feedDENThalib Journal2025-01-31T06:07:32+00:00Admin DENThalib Journaldenthalib@umi.ac.idOpen Journal Systems<p>DENThalib Journal merupakan publikasi karya ilmiah (lihat: <a href="https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/FocusAndScope">Focus and Scope | DENThalib Journal (umi.ac.id)</a> )</p> <p>Jurnal ini didirikan pada tahun 2023 oleh Lembaga Pengkajian dan Pusat Pengelolaan Jurnal Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. DENThalib Journal terbit pada bulan Januari dan Juli dengan E-ISSN 3021-808X.</p>https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/57Pengaruh Gaya Asuh Orang Tua Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Menggunakan Facial Image Scale (FIS) pada Perawatan Pencabutan Gigi2025-01-31T06:01:11+00:00Kurniaty Pamewakurniaty.pamewa@umi.ac.idNurasisa Lestarinurasisa.lestari@umi.ac.idMila Febrianymila.febriany@umi.ac.idIndrya Kirana Mattuladaindryakirana.mattulada@umi.ac.idSartika Putri Lestariputrylestari023@gmail.com<p>Latar belakang: Gaya asuh orang tua memengaruhi kecemasan anak saat menjalani perawatan gigi. Orang tua otoriter yang ketat cenderung membuat anak cemas, sedangkan orang tua otoritatif dan permisif yang komunikatif dan mendukung membuat anak lebih nyaman dan percaya diri. Tujuan: Mengetahui pengaruh gaya asuh orang tua terhadap tingkat kecemasan anak menggunakan facial image scale (FIS) pada perawatan pencabutan gigi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survei. Penelitian dilakukan di puskesmas Suli Kel. Suli Kec. Suli Kab. Luwu pada bulan Februari 2024. Sampel penelitian ini sebanyak 36 orang dengan teknik pengambilan purposive. Data didapatkan dengan teknik pengambilan cross sectional dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar responden menggunakan gaya asuh demokratis. Mayoritas anak memiliki tingkat kecemasan sedang. Gaya asuh demokratis oleh orang tua berpengaruh terhadap tingkat kecemasan anak saat pencabutan gigi, sesuai dengan hasil facial image scale (FIS). Kesimpulan: Sebagian besar orang tua memiliki gaya asuh authoritative dan yang paling sedikit memiliki gaya asuh neglectful. Sebagian besar anak memiliki tingkat kecemasan sedang. Sementara itu, yang paling sedikit tingkat kecemasan berat. Terdapat pengaruh gaya asuh orang tua terhadap tingkat kecemasan anak menggunakan facial image scale (FIS) pada perawatan pencabutan gigi.</p>2025-01-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/58Hubungan Xerostomia Dengan Kualitas Hidup pada Usia Lanjut2025-01-31T05:59:54+00:00Andy Fairuz Zuraida Evaandyfairuz.zuraidaeva@umi.ac.idYusrini Selvianiyusrini.selviani@umi.ac.idAditya Hari Asmaraadityahari.asmara@umi.ac.idMuhammad Jayadi Abdijayadiabdi29@umi.ac.idFebriana Salsa Rahmadanisalsharamadhani002@gmail.com<p>Latar belakang: Xerostomia disebabkan karena atropi pada kelenjar saliva yang akan menurunkan produksi saliva dan mengubah komposisinya. Sekresi saliva yang menurun akan menyebabkan rasa ketidaknyamanan pada rongga mulut. Nyeri, peningkatan tingkat karies gigi, dan infeksi mulut, serta kesulitan berbicara dan menelan makanan sehingga asupan gizi pun menurun di ikuti dengan penurunan berat badan. Tujuan: Mengetahui hubungan xerostomia dengan kualitas hidup pada usia lanjut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survei. Penelitian dilakukan Pulsat Pellayanan Sosial Ulsia Lanjult (PPSLUl) Mappakasulnggul Kota Parelparel pada bulan November 2023. Sampel penelitian sebanyak 32 orang dengan teknik pengambilan purposive. Data didapatkan dengan teknik pengambilan cross sectional dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Relspondeln berulmulr 60-74 tahuln xelrostomia selbanyak 10 orang (31.2%) dan tidak xelrostomia selbanyak 18 (56.2%) orang, sedangkan relspondeln berulmulr 75-90 tahuln semuanya xelrostomia selbanyak 4 (12.5%) orang. Relspondeln belrjelnis kellamin laki-laki xelrostomia selbanyak 5 (15.6%) orang dan tidak xelrostomia selbanyak 9 (28.1%) orang, sedangkan relspondeln belrjelnis kellamin pelrelmpulan xelrostomia selbanyak 9 (28.1%) orang dan tidak xelrostomia julga selbanyak 9 (28.1%) orang. Kesimpulan: Terdapat hubungan xerostomia dengan kualitas hidup pada usia lanjut.</p>2025-01-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/59Efektivitas Ekstrak Kitosan Kulit Udang (Litopenaeus vannamei) Sebagai Larutan Irigasi pada Pembersihan Smear Layer2025-01-31T06:02:26+00:00Indrya Kirana Mattuladaindryakirana.mattulada@umi.ac.idSyamsiah Syamsyams_77@umi.ac.idNur Asmahnur.asmah@umi.ac.idSarahfin Aslansarahfin.aslan@umi.ac.idIndah Mubarikah Normanindahmubarikah06@gmail.com<p>Pendahuluan Irigasi saluran akar merupakan kunci utama perawatan saluran akar. Bahan irigasi digunakan untuk membersihkan saluran akar dari debris organik, mikroorganisme, sisa jaringan pulpa, dan smear layer. Irigasi memiliki kekurangan yang tidak mampu menyingkirkan komponen anorganik smear layer. Kitosan kulit udang (Litopenaeus vannamei) yang mengandung kitin dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kitosan. Kitosan memiliki sifat utama lain tidak toksik, biokompatibilitas, biodegradabilitas dan antimikroba. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas kitosan ekstrak kulit udang (litopenaeus vannamei) 0,2% sebagai bahan irigasi saluran akar. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan desain post test with control group design. Gigi premolar rahang bawah berjumlah 32 gigi dan dibagi menjadi 2 kelompok terdiri dari 16 gigi. Kelompok 1 irigasi dengan kitosan 0,2% dan kelompok 2 di irigasi dengan EDTA 17%. Kebersihan saluran akar diuji menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan irigasi larutan EDTA 17% diperoleh rata-rata 1.31 lebih baik dalam menghilangkan smear layer sedangkan larutan irigasi kitosan kulit udang (litopanaeus vannamei) 0,2% dengan rata-rata 2.19, p (< 0.05). Kesimpulan: Irigasi menggunakan larutan kitosan 0,2% dapat menghilangkan smear layer, akan tetapi EDTA 17% masih lebih efektif untuk menghilangkan smear layer.</p>2025-01-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/60Role Play: Manajemen Tingkah Laku Anak dalam Membentuk Persepsi Positif tentang Dokter Gigi (Literature Review)2025-01-31T05:48:52+00:00Zulfa Fithrizulfa.ef@gmail.com<p>Pendahuluan: Persepsi negatif anak tentang dokter gigi merupakan penyebab terjadinya dental fear and anxiety (DFA). DFA membuat anak menjadi tidak kooperatif dan menolak perawatan sehingga diperlukan manajemen perilaku. Bermain peran atau role play dapat membangun persepsi positif anak dengan memberikan pengalaman langsung menjadi dokter gigi. Tujuan: Memberikan gambaran tentang peran metode role play dalam membentuk persepsi positif anak terhadap dokter gigi. Metode: Tinjauan literatur data sekunder yang berasal dari Google Scholar, Research Gate, dan PubMed. Kriteria inklusi literatur: 1) nasional dan internasional 2) terbit dalam 10 tahun terakhir 3) tersedia full text. Hasil: Terdapat 10 literatur yang memenuhi kriteria inklusi yang ditinjau dalam pembahasan. Literatur menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman, sikap positif, mengurangi kecemasan, dan menciptakan pengalaman yang menyenangkan pada anak. Kesimpulan: Penerapan role play sebagai manajemen perilaku anak dapat menumbuhkan persepsi positif anak tentang dokter gigi.</p>2025-01-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://journal.fkg.umi.ac.id/index.php/denthalib/article/view/61Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Status Kebersihan Mulut pada Ibu Hamil2025-01-31T05:56:17+00:00Rini Pratiwirini.pratiwi@umi.ac.idNur Fadhilah Arifinnurfadhilah.arifin@umi.ac.idEva Novawatyeva.novawaty@umi.ac.idNurasisa Lestarinurasisa.lestari@umi.ac.idAnggun Dian Cahyanianggundiancahyani@ymail.com<p>Latar belakang: Pada ibu hamil, perubahan hormonal dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Gangguan tersebut dapat berdampak buruk pada bayi yang dikandungnya sehingga perawatan gigi dan mulut sebelum dan selama kehamilan sangat penting. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan mulut pada ibu hamil Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis survei. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien ibu hamil. Penentuan jumlah sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Diperoleh nilai value sebesar 0.028 < 0.05. terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kebersihan mulut pada ibu hamil. Diperoleh nilai value sebesar 0.008 < 0.05, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan kebersihan mulut pada ibu hamil. Diperoleh nilai value sebesar 0.002 < 0.05, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku dengan kebersihan mulut pada ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan perilaku dengan kebersihan mulut pada ibu hamil.</p>2025-01-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##