Pengaruh Perendaman Obat Kumur Herbal Terhadap Kekerasan Permukaan Resin Komposit Nano Hybrid Preheated dan Non-preheated

  • Andi Tenri Biba Mallombassang Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia
  • Nur Fadhilah Arifin Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia
  • Maqhfirah Amiruddin Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia
  • Syamsiah Syam Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Dirga Hamzah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia
Keywords: resin komposit nano hybrid, kekerasan permukaan, obat kumur herbal, daun sirih hijau, preheated

Abstract

Pendahuluan: Resin komposit nanohybrid merupakan bahan restorasi gigi yang banyak digunakan karena keunggulan estetika dan kekuatan mekanisnya. Akan tetapi, perubahan lingkungan rongga mulut, termasuk paparan obat kumur, dapat memengaruhi sifat fisik-mekanis komposit, terutama kekerasan permukaan. Obat kumur herbal berbahan dasar daun sirih hijau (Piper betle L.). Tujuan: Mengetahui pengaruh perendaman obat kumur herbal daun sirih hijau terhadap kekerasan permukaan resin komposit nanohybrid preheated dan non-preheated, serta membandingkannya dengan kelompok kontrol menggunakan aquades steril. Metode: Penelitian true experimental dengan desain pre–post test with control group dilakukan pada 24 sampel resin komposit nanohybrid. Sampel dibagi menjadi empat kelompok: preheated–aquades, non-preheated–aquades, preheated–herbal, dan non-preheated–herbal. Masing-masing kelompok terdiri atas 6 sampel. Seluruh sampel direndam selama 24 jam pada suhu 37°C. Nilai kekerasan permukaan diukur menggunakan Hardness Tester. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, serta Independent Sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok obat kumur herbal memiliki nilai kekerasan permukaan lebih tinggi (29.51 ± 7.02) dibanding kelompok aquades (22.03 ± 6.06). Kesimpulan: Perendaman resin komposit nanohybrid dalam obat kumur herbal daun sirih hijau selama 24 jam tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekerasan permukaan dibandingkan aquades. Namun, kecenderungan peningkatan nilai kekerasan menunjukkan adanya potensi interaksi kimia bahan herbal terhadap permukaan resin komposit.

References

1. Alang H, Hastuti H, Yusal MS. Pemanfaatan tumbuhan sekitar sebagai obat kumur tradisional. Dedikasi PKM. 2020. doi:10.32493/dedikasipkm.v2i1.8495.

2. Setyowati O, Sujati S, Wahjuni S. Pattern of denture demands. J Vocational Health Studies. 2019. doi:10.20473/jvhs.V3I1.2019.1-5.

3. Mangundap GCM, Wowor VNS, Mintjelungan CN. Efektivitas penggunaan gigi tiruan sebagian lepasan terhadap fungsi pengunyahan pada masyarakat desa Pinasungkulan kecamatan Modoinding. e-Gigi. 2019;7(2):81-6.

4. Oktanauli P, Taher P, Prakasa AD. Efek obat kumur beralkohol terhadap jaringan rongga mulut. JITEKGI. 2017;13(1):4-7.

5. Sofya PA, Rahmayani L, Putri ZY. Pengaruh ekstrak lidah buaya pada basis gigi tiruan. 2020;16(2):45-50.

6. Dewi ZY, Insaeni RS, Rijaldi MF. Perubahan kekasaran resin akrilik setelah perendaman. Padjadjaran J Dent Res Stud. 2020;4,(2):153-8.

7. Sundari I, Sofya PA, Hanifa M. Studi kekuatan fleksural antara resin akrilik heat cured dan termoplastik nilon setelah direndam dalam minuman kopi uleekareng (Coffea robusta). J Syiah Kuala Dent Soc. 2016;1(1):51-8.

8. Suarantika F, Patricia VM, Rahma H. Ekstraksi daun sirih hijau. J Med. 2023;9(1):16-21.

9. Rajasekhar S, James B, Jhony MK. Effect of mouthwash on microhardness. J Dent Mater. 2019;1(1):14-21.

10. Yudhit A. Absorpsi cairan resin komposit. 2017.

11. Ristianti N, Kusnanta J, Marsono. Perbedaan efektivitas obat kumur herbal dan nonherbal terhadap akumulasi plak di dalam rongga mulut. Medali Dent J. 2014;2(1):31-6.

12. Nurdeviyanti, Armiati IGK, Ismantari NNM. Pengaruh obat kumur alkohol terhadap komposit. 2024;1117-26.

13. Yuniva A. Durasi perendaman dan kekuatan resin. 2019.
Published
2025-10-30
Section
Articles