Hubungan Antara Status Gizi Dengan Angular Cheilitis pada Anak
Abstract
Pendahuluan: Kekurangan zat gizi dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, sistem imunitas, serta kesehatan jaringan tubuh. Salah satu manifestasi pada rongga mulut yang dapat berkaitan dengan defisiensi nutrisi adalah angular cheilitis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian angular cheilitis pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 30 siswa SDN Labuang Baji Makassar yang memenuhi kriteria penelitian. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling. Status gizi dinilai melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan angular cheilitis dinilai melalui pemeriksaan klinis ekstraoral. Data diolah menggunakan SPSS versi 21 dan hubungan antara status gizi dengan angular cheilitis dianalisis menggunakan Spearman Correlation. Hasil: Sebanyak 15 anak (50%) memiliki status gizi normal, 10 anak (33%) sangat kurus, 4 anak (14%) kurus, dan 1 anak (3%) sangat gemuk. Sebanyak 16 anak (53%) mengalami angular cheilitis, sedangkan 14 anak (47%) tidak mengalami angular cheilitis. Pada kelompok status gizi normal, terdapat 4 anak (13%) yang mengalami angular cheilitis dan 11 anak (37%) yang tidak mengalaminya. Pada kelompok status gizi kurang normal, 12 anak (40%) mengalami angular cheilitis dan 3 anak (10%) tidak mengalaminya. Uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,009 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian angular cheilitis pada anak.
References
2. Septiawati D, Indriani Y, Zuraida R. Tingkat konsumsi energi dan protein dengan status gizi balita. JIlm Kesehatan Sandi Husada. 2021;10(2):598-604.
3. Mardalena I. Dasar-dasar ilmu gizi dalam keperawatan: konsep dan penerapan pada asuhan keperawatan. Yogyakarta. Pustaka Baru Press; 2021. p.1-2.
4. Rahayu A, Yulidasari F, Setiawan MI. Buku ajar dasar-dasar gizi. Bantul. CV Mine; 2020. p.1-2.
5. Ningrum RW. Wujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan GERMAS melalui perbaikan gizi. 2021. p.1-6.
6. Rizal A, Jalpi A. Penyuluhan pentingnya sarapan pagi untuk meningkatkan status gizi dan prestasi belajar pada siswa di SDN Handil Bhakti Barito Kuala tahun 2018. Pros Pengabdi Kpd Masy Dosen UNISKA MAB. 2022;1:428-419.
7. Darussalam AHE. Gizi buruk tipe marasmus dengan hydranencephaly dan anemia defisiensi besi pada anak usia 8 tahun 5 bulan. Syntax Idea. 2023;5(8):1165-1181.
8. Putri NF, Ernawati. Penatalaksanaan malnutrisi pada anak laki-laki usia 1 tahun 6 bulan melalui pendekatan kedokteran keluarga: Laporan Kasus. Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic. 2024;1(4):25-33.
9. Webb P, Danaei G, Rosettie, Leech AA, Cohen J, Mozaffarian D, et al. Modelling the potential cost-effectiveness of food-based programs to reduce malnutrition. Glob Food Sec. 2021;29:100550.
10. Asiah A, Yogisutanti, Purnawan AI. Asupan mikronutrien dan riwayat penyakit infeksi pada balita stunting di UPTD Puskesmas Limbangan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. J Nutr Coll. 2020;9(1):6-11.
11. Ekarisma VM, Mintjelungan CN, Supit ASR, Khoman JA. Angular cheilitis pada anak yang mengalami defisiensi nutrisi. e-GiGi. 2021;9(2):196-203. doi:10.35790/eg.v9i2.34871.
12. Wahyuningsih T, Sari NDAM. Angular cheilitis terkait dengan faktor anemia: laporan kasus. Prosiding Dental Seminar Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2023:97-103.
13. Ekarisma VM, Mintjelungan CN, Supit ASR, Khoman JA. Angular cheilitis pada anak yang mengalami defisiensi nutrisi. e-GiGi. 2021;9(2):196-203. doi:10.35790/eg.v9i2.34871.
14. Hamonari NH, Habeeb QS. Health education role in improving periodontal health status among primary school students in Duhok Governorate, Kurdistan Region, Iraq. Duhok Med J. 2022;16(2):77-92.
15. Wahyuni IS, Sulfiawati I, Levita J. Farmakologi obat ulserasi mukosa mulut. Pekalongan. Penerbit NEM. 2022.p.11.
16. Raudhia SA, Yarsiska N. Angular cheilitis with anemia as a predisposing factor: a case report. Proceedings of the International Summit on Science, Technology, and Humanity (ISETH). 2022:110-117.
17. Agung IG. Buku kesehatan lingkungan, gizi kesehatan dan produktivitas kerja, tinjauan konsep. Tri Hita Karana. 2022.p.1-10.
18. Salfiyadi T, Mardiah A, Faizal TI, Abdurahman. Peran perawat gigi di puskesmas dalam mendukung transformasi kesehatan. JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2023;2(1):64-70.
19. Mayrika B. Hubungan gender dengan minat pemeliharaan kebersihan Gigi dan mulut pada siswa di SMP PUI Kawalu kota Tasikmlaya. Diss, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, 2022.p.1-2.
20. Azizah A, Pramitha SR, Apriasari ML. Risk factors of angular cheilitis at gusti hasan aman dental hospital South Kalimantan. Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi. 2021;6(2):177-182.
21. Clarin G, Herawati E, Hidayat W. Prevalence of angular cheilitis in the elderly: a rapid review. Dentika Dent J. 2023;26(1):1-11.
22. Adha TUT. Pengaruh faktor ekonomi dan status gizi buruk terhadap terjadinya angular cheilitis pada anak usia 6-12 tahun. Diss. Universitas Sumatera Utara, 2021.p.27.
23. Akbar FH, Pratiwi R, Hardiana SN. Oral hygiene and oral health related quality of life of children with stunting in Indonesia. Int J Dent Oral Sci. 2020;7(1):711-717.
24. Alifariki LO, Rangki LA, Haryati H, Rahmawati, Sukurni S, Salma WO, et al. Risk factors of stunting in children age 24-59 months old. Media Keperawatan Indonesia. 2020;3(1):10-16.
25. Alikhasi M, Yousefi P, Afrashtehfar KI. Smile design: mechanical considerations. Dent Clin North Am. 2022;66(3):477-487.
26. Yusran A, Nazaruddin Z, Marlina E. Efikasi terapi angular cheilitis di bagian ilmu penyakit mulut fakultas kedokteran gigi universitas hasanuddin berdasarkan prinsip kausatif. Makassar Dental Journal. 2021;2(6):2-6.
27. Himammi AN, Hartono BT. Ekstraksi gigi posterior dengan kondisi periodontitis kronis sebagai persiapan pembuatan gigi tiruan lengkap pada pasien diabetes mellitus. Jurnal Kesehatan Gigi. 2021;8(1):6-10.
28. Shinta A. Identifikasi angka kecukupan gizi dan strategi peningkatan gizi keluarga di kota probolinggo, studi kasus di kecamatan kedopok dan mayangan. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 2020;7(1):1-5.
29. Zohoori, FV, Duckworth RM. Nutrition and diet. The Impact of Nutrition and Diet on Oral Health. 2020;28:(1):1-13.
30. Dipasquale V, Cucinotta U, Romano C. Acute malnutrition in children pathophysiology clinical effects and treatment. Nutrients. 2020;12(8):2413.
31. Arbeola CS, Monzon LL, Foncillas JP, Bonet TM, Lopez AL, Vindales NB, dkk. Malnutrition screening and assessment. Nutrients. 2020;12(8):2413.
32. Alristina AD, Ethasari RK, Raili RD, Hayudanti D. Ilmu gizi dasar buku penerbit pembelajaran. Purwodadi. Penerbit CV. Sarnu Untung, 2021.p.40-50.
33. Gurnida DA, Nuraeny N, Hakim DDL, Susilaningsih FS, Herawati DMDH, Rosita L. Korelasi antara tingkat kecukupan gizi dengan indeks massa tubuh siswa sekolah dasar 4,5, dan 6. Padjadjaran J Dent Res Stud. 2020;4(1) :43.
34. Dixon BR. Giardia duodenalis in humans and animals transmission and disease. Research In Veterinary Science. 2021;135:283-289.
35. Khatimah H, Maddeppungeng M, Aminuddin. Suplemen zinc terhadap pertumbuhan bayi umur 6-9 bulan. Hasanuddin Journal of Midwifery. 2020;2(1):1-7.
36. Janakiram C, Dye BA. Public health approach for prevention of periodontal disease. Periodontol 2000. 2020;84(1):202-214.
37. Brown CR. Children's oral health what's your role. Dental Nursing. 2023;19(6):287-289.
38. Pramardika DD, Kasaluhe MD, Tooy GC, Bajak CMA. Buku ajar gizi dan diet. Pekalongan. Penerbit NEM. 2022.p.95-104.