Systematic Literature Review: Pengaruh Waktu Perendaman Resin Akrilik Polimerisasi Panas Terhadap Pertumbuhan Jumlah Koloni Candida albicans
Abstract
Pendahuluan: Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) banyak digunakan sebagai bahan basis gigi tiruan karena aspek estetika dan kemudahan pembentukannya. Namun demikian, porositas dan daya serap airnya yang tinggi membuatnya rentan terhadap pertumbuhan mikroba. Salah satu mikroorganisme yang sering ditemukan adalah Candida albicans, yang dapat menyebabkan Denture-induced stomatitis (DIS), dengan tingkat infeksi yang dipengaruhi oleh durasi pemakaian dan kebersihan basis gigi tiruan. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh lama perendaman resin akrilik polimerisasi panas terhadap jumlah koloni Candida albicans. Metode: Literature review dengan desain observasional deskriptif. Sumber data diperoleh dari pangkalan data ilmiah seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kriteria inklusi artikel jurnal 5 tahun terakhir yang membahas pengaruh durasi waktu terhadap patogenisitas Candida albicans pada resin akrilik. Hasil: Peningkatan durasi waktu perendaman berkorelasi positif dengan peningkatan densitas biofilm jamur. Karakteristik permukaan resin akrilik yang mengalami perendaman jangka panjang cenderung mengalami peningkatan kekasaran permukaan (surface roughness), yang bertindak sebagai reservoir pelindung bagi Candida albicans dari aliran saliva dan pembersihan mekanis. Hal ini mempercepat maturasi biofilm dan meningkatkan resistensi jamur terhadap agen antifungal. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan dari faktor waktu perendaman terhadap peningkatan jumlah koloni Candida albicans pada resin akrilik polimerisasi panas.
References
2. Sofya PA, Rahmayani L, Putri ZY. Pengaruh ekstrak lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans pada basis gigi tiruan resin akrilik heat cured. J Ilmiah dan Teknol Kedokt Gigi. 2021;16(2).46-48.
3. Purbasari IGAKI, Kusumadewi S, Puspita RP. Efektivitas lama perendaman basis gigi tiruan resin akrilik heat cured pada ekstrak daun mangga arum manis terhadap pertumbuhan Candida albicans. Jurnal Medika Udayana. 2023;12(10):570-575.
4. Koesoemawati R. Perbedaan jumlah koloni Candida albicans pada resin akrilik dan nilon termoplastik pada perendaman ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.). Interdental J Kedokt Gigi. 2021;17(2).123-126.
5. Sitorus V, Tarigan S. Pengaruh perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak daun serai (Cymbopogon nardus) dan klorheksidin terhadap kekasaran permukaan. J Sehat Indonesia (JUSINDO). 2024;6(2):544–59.
6. Miftahullaila M, Sinamo S, Setiawan Y. Pengaruh waktu perendaman plat resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak kulit durian (Durio zibethinus L.) terhadap jumlah koloni Candida albicans. J Kedokt Gigi (UNPRI). 2022.
7. Wikantara IMY, Susanti DNA, Anggayanti NA. Efektivitas lama perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas pada ekstrak kulit buah alpukat (Persea americana) dalam menurunkan jumlah Staphylococcus aureus. Bali Dent J. 2024;8(1):8-10.
8. Pasaribu GGN, Dahar E. Efek lama perendaman basis gigi tiruan nilon termoplastik dalam ekstrak lidah buaya dan alkalin peroksida terhadap jumlah Candida albicans. J Kedokt Gigi Univ Padjadjaran. 2024;36(2):167-172.
9. Belinda E, Tamin HZ. Pengaruh perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) terhadap kekasaran permukaan dan kekuatan impak. Padjadjaran J Dent Res Student. 2024;8(2):167-169.
10. Sapitri KDD. Pertumbuhan koloni Candida albicans pada plat akrilik heat cured dalam perendaman ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) 40% sebagai desinfektan. Makassar Dent J. 2022;11(2):116-8.
11. Karunia GM, RH. Fitri, Mariani L. Pengaruh ekstrak daun sirih (Piper betle L.) dan daun kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap pertumbuhan koloni Candida albicans pada plat resin akrilik heat cured. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan. 2024;9(5):7696-7705.
12. Sabilla A, Fransiska A, Rahmasari S. Pengaruh perendaman granul effervescent ekstrak kulit putih semangka merah (Citrullus lanatus) terhadap kekasaran permukaan plat resin akrilik polimerisasi panas. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM). 2025;7(2):128-135.
13. Mourent Miftahullaila, Sopan Sinamo, Yogie Setiawan. Pengaruh perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dalam perasan murni bawang putih (Allium sativum L.) terhadap kekerasan permukaan. Journal of Oral and Dental Science. 2021;4(2):45-50.
14. Santoso B. Pengaruh lama perendaman resin akrilik heat cured pada ekstrak daun tembakau (Nicotiana tabacum) 50% terhadap perubahan warna. J Mater Kedokt Gigi. 2023;12(1):25-30.
15. Nasution S, Tarigan S, Wahyuni S. Perbedaan pengaruh perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) dan klorheksidin terhadap jumlah Candida albicans: studi eksperimental. Padjajaran Journal of Dental Researches and Students. 2025; 9(1):68-74.
16. Syaula Y, Arlita L. Antari, Diah A. Purbaningrum. Pengaruh perendaman ekstrak bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) terhadap Pertumbuhan Candida albicans pada plat resin akrilik. e-GIGI. 2021; 9(2):159-166.
17. Dermawan R. Perbedaan pengaruh penambahan nanopartikel titanium dioksida 1% dan 3% terhadap kekasaran permukaan dan jumlah koloni Candida albicans pada basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas. Indonesian Journal of Public Health. 2025;3(3): 697-704.