Pengaruh Berkumur Larutan Madu Lebah Barat (Apis mellifera) Konsentrasi 50% Terhadap Perdarahan Gingiva pada Pengguna Ortodontik Cekat (Studi pada Mahasiswa FKG UMI)
Abstract
Latar Belakang: Penggunaan alat ortodontik cekat meningkatkan risiko akumulasi plak akibat kesulitan menjaga kebersihan gigi dan mulut yang dapat memicu inflamasi gingiva. Madu lebah barat (Apis mellifera) mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh berkumur larutan madu lebah barat (Apis mellifera) konsentrasi 50% terhadap perdarahan gingiva pada pengguna ortodontik cekat. Metode: Penelitian ini merupakan pre-eksperimental dengan desain one group pretest posttest. Subjek penelitian terdiri dari 35 mahasiswa pengguna ortodontik cekat. Pemeriksaan BoP dilakukan sebelum dan sesudah berkumur larutan madu (Apis mellifera) konsentrasi 50% sebanyak 15 mL selama 30 detik. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil: Nilai rata-rata BoP sebelum intervensi adalah 14,99 dan menurun menjadi 13,43 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,159 (p>0,05). Kesimpulan: Berkumur larutan madu lebah barat (Apis mellifera) konsentrasi 50% menunjukkan kecenderungan menurunkan perdarahan gingiva secara deskriptif, tetapi belum terbukti signifikan secara statistik.
References
2. Mosaddad SA, Hussain A, Tebyaniyan H. Green alternatives as antimicrobial agents in mitigating periodontal diseases: a narrative review. Microorganisms. 2023;11(5):2-3.
3. Goes P, Dutra CS, Lisboa MRP, Gondim DV, Leitao R, Brito GAC, et al. Clinical efficacy of a 1% Matricaria chamomile L. mouthwash and 0.12% chlorhexidine for gingivitis control in patients undergoing orthodontic treatment with fixed appliances. J Oral Sci. 2016;58(4):570-572.
4. Van Strydonck DA, Slot DE, Van der Velden U, Van der Weijden F. Effect of a chlorhexidine mouthrinse on plaque, gingival inflammation and staining in gingivitis patients: a systematic review. J Clin Periodontol. 2012;39(11):1042-1055.
5. Safii SH, Medlicott NJ, Milne TJ, Duncan WJ. Manuka honey as an adjunct to nonsurgical periodontal treatment: a pilot study. Ann Dent Univ Malaya. 2023;30:29-30.
6. Hasanuddin NR. Efektivitas larutan madu lebah barat (Apis mellifera) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. IJOH Indones J Public Health. 2024;4(4):926-928.
7. Primasari VS, Fidyawati D, Ramadhani IN. Antibacterial comparison between manuka honey and tualang honey against Porphyromonas gingivalis bacteria. Interdental J Kedokt Gigi (IJKG). 2023;19(3):187-194.
8. Ren X, Zhang Y, Xiang Y, Hu T, Cheng R, Cai H. The efficacy of mouthwashes on oral microorganisms and gingivitis in patients undergoing orthodontic treatment: a systematic review and meta-analysis. BMC Oral Health. 2023;23:2-3.
9. Curuțiu C, Dițu LM, Grumezescu AM, Holban AM. Polyphenols of honeybee origin with applications in dental medicine. Antibiotics. 2020;9(12):1-10.
10. Atwa MA, Eick S. Antimicrobial activity of honey in periodontal disease: a systematic review. J Antimicrob Chemother. 2017;75(4):807‑826.
11. Hasanuddin NR, Ilmianti I, Primasari VS, Syahrul S. Uji daya hambat larutan madu lebah barat (Apis mellifera) terhadap pertumbuhan bakteri Prevotella intermedia. IJOH Indones J Public Health. 2025;3(1):45-50.
12. Kumar M, Choudhary R, Sharma M. Apitherapy and periodontal disease: insights into in vitro, in vivo, and clinical studies. Antioxidants. 2022;11(5):823.