Pengaruh Berkumur Larutan Madu Lebah Barat (Apis Mellifera) Konsentrasi 50% Terhadap Indeks Gingiva pada Usia Pubertas
Abstract
Pendahuluan: Salah satu masalah yang sering dijumpai akibat kurangnya kebersihan dan perawatan gigi serta mulut adalah peradangan pada jaringan gingiva yang dapat berkembang menjadi kondisi periodontal yang lebih serius apabila tidak ditangani. Upaya pengendalian gingivitis dapat dilakukan dengan penggunaan bahan alami, seperti madu lebah barat (Apis mellifera), yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh berkumur menggunakan larutan madu lebah barat (Apis mellifera) konsentrasi 50% terhadap indeks gingiva pada usia pubertas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling non-proporsional. Pemeriksaan indeks gingiva dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan berkumur larutan madu lebah barat konsentrasi 50% sesuai dengan prosedur penelitian. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-test. Hasil: Nilai indeks gingiva sebelum berkumur adalah 2,41±0,404 dan setelah berkumur adalah 0,32±0,214. Uji Paired Sample T-test menunjukkan p-value sebesar 0,00. Kesimpulan: Terdapat penurunan indeks gingiva yang signifikan setelah berkumur larutan madu lebah barat (Apis Mellifera) konsentrasi 50%.
References
2. Trihono, Thaha AR, Musadad DA, Junadi P, Kusnanto H, Sugihantono A, dkk. Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Kemenkes. 2023:334.
3. Purwaningsih E, Shoumi F, Ulfah SF. Faktor gingivitis pada remaja berdasarkan jenis kelamin. Indonesian Journal of Health and Medical. 2021; 1(4): 566-569.
4. Sutanto BR, Putranto RA. Pengetahuan siswi SMP di Surakarta tentang gingivitis pubertas (kajian di SMP Pangudi luhur bintang laut Surakarta). Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu. 2023;5(1).
5. Yanti E, Marsha D, Alwi NP, Novia VR. Pengaruh berkumur larutan madu terhadap pH saliva pada siswa SDN Air Tawar Timur kecamatan Padang Utara. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory. 2021; 4(1): 22-28.
6. Hasanuddin NR, Bachtiar R, Selviani Y, Pratiwi R, Qayyim N. Perbedaan kadar leukosit tikus wistar jantan (rattus norvegicus) yang diinduksi porphyromonas gingivalis setelah diberi larutan madu lebah barat (Apis Mellifera) konsentrasi 50% dengan chlorohexidine gluconate 0,2%. Kesehatan kreatif: Jurnal Riset Kesehatan Inovatif. 2025;7(1): 247-256.
7. Savitri TM, Sembiring LS, Sugiman VK. The effect of forest honey on the plaque and gingivitis index in adolescent. Makassar dental journal. 2022;11(2):204-210.
8. Harapan K, Bidjuni M. Pengaruh berkumur larutan madu hutan (Apis dorsata) terhadap indeks plak pada mahasiswa tingkat 1 jurusan kesehatan gigi poltekkes kemenkes Manado. Jurnal Ilmiah Pannmed. 2024; 19(1):74-82.
9. Almasaudi S. The antibacterial activities of honey. Saudi Journal of Biological Sciences. 2021;28:2188-96.
10. Govanni P, Budiarso TY, Ariestanti CA. Perbandingan efektivitas larutan kumur kayu manis dan madu dengan obat kumur komersial dalam menghambat pertumbuhan streptococcus mutans. Borneo Journal of Biology Education. 2023;5(2):125-132.